Tahun Lalu, Lebih dari 1200 Jamaah Haji Indonesia Gagal Berangkat ke Tanah Suci

JAKARTA – Pada musim haji 2015 lalu, Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan sekitar 150 ribu lebih jamaah haji ke Tanah Suci.
 
Walaupun Kemenag mengaku kuota haji yang diberikan Arab Saudi termanfaatkan seluruhnya, namun dalam pelaksanaannya, tercatat 1229 calon jamaah yang gagal pergi kala itu. Jumlah tersebut terdiri dari 745 jamaah haji reguler dan 484 jamaah haji khusus.
 
Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan Komisi VIII DPR RI ketika melakukan evaluasi proses dan pelaksanaan ibadah haji 2015 bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (3/2).
 
Sebagian besar anggota Komisi VIII DPR RI sangat menyayangkan adanya sisa kuota haji yang seharusnya dapat dimanfaatkan bagi jamaah lainnya.
 
Kendati demikian, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, tersisanya 1229 kursi jamaah haji, bukanlah sesuatu yang sengaja dilakukan. Sebab, seluruh jamaah haji yang gagal pergi kala itu, kata dia, membatalkan niatnya secara sepihak menjelang proses keberangkatan. 
 
“Ini sesuatu yang tak terhindarkan dan tak mungkin kami ganti dengan jamaah lain karena keterbatasan waktu untuk mengurus dokumen,” jelas menag pada jajaran anggota Komisi VIII DPR.
 
Menghadapi hal tersebut, Lukman mengaku tengah menyiapkan solusi agar kejadian serupa tak terulang pada proses pelaksanaan haji 2016. “Salah satunya dengan menyiapkan lima persen calon jamaah haji berstatus cadangan yang sudah melunasi biayanya. Jadi tinggal berangkat saja,” tuturnya.
 
Selain itu, Lukman juga mengungkapkan sedang menjalin dialog dengan pemerintahan Arab Saudi agar mereka mau menyiapkan visa berstatus cadangan untuk jamaah haji dengan status serupa. Hal tersebut bertujuan agar proses pengisian porsi haji yang kosong dapat dilakukan dengan mudah dan tak memakan waktu lama.
 
Terkait nasib jamaah yang gagal berangkat pada 2015 lalu, Lukman mengaku tidak mengembalikan uang mereka. Karena menurutnya, kejadian seperti itu hanyalah kasus batal tunda. “Jadi mereka yang gagal berangkat tahun lalu, akan diprioritaskan untuk berangkat tahun ini,” ucapnya.