Ongkos Naik Haji Turun 132 Dolar

JAKARTA - Komisi VIII DPR RI dan Kementrian Agama Telah Menetapkan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji Tahun 2016 sebesar 2.585 dolar AS. Biaya tahun ini turun dibandingkan tahun lalu sebesar 2.717 dolar AS atau turun sekitar 132 dolar AS.

"Tahun lalu saat penetapan kurs satu dolar itu 12.500, tahun ini satu dolar 13.400, sehingga dikonversikan ke rupiah mengalami kenaikan dari Rp 33 juta menjadi Rp 34 juta," ujar Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay kepada Republika, Ahad (1/5).

Namun berbeda dari tahun lalu, tahun ini transaksi dalam negeri seluruhnya menggunakan rupiah, sehingga saat nanti pelunasan Kemenag tidak lagi mengalami kerugian jika sewaktu-waktu rupiah melemah. Tahun ini seluruh transaksi termasuk tiket pesawat menggunakan rupiah sesuai aturan undang-undang.

"Garuda Indonesia dan Saudi Airlines harus mau menerima pembayaran rupiah, kalau tidak mau maka menyalahi undang-undang," jelas dia. Saleh menjelaskan adanya penurunan biaya haji ini karena DPR telah meminta untuk mengurangi biaya safe guarding dan turunnya harga minyak dunia.

Biaya safe guarding itu digunakan sebagai dana cadangan jika terjadi selisih kurs saat penetapan hingga pelunasan. Karena sebelumnya menggunakan dolar dan riyal sehingga biaya ini mencapai Rp 100 miliar tahun lalu.

Saat ini biaya haji masih menggunakan mata uang asing riyal sehingga dana cadangan yang ditetapkan hanya Rp 40 miliar saja. Lagipula kenaikan nilai mata uang riyal biasanya tidak terlalu jauh dibandingkan kurs dolar. (ROL)