Imigrasi Madinah Bebaskan Jamaah Indonesia Pembawa Jamu

MAKKAH -- Jamaah haji asal Pamekasan, Jawa Timur, yang ditahan oleh aparat imigrasi Bandara Madinah, Arab Saudi, karena membawa obat berbahan jamu tradisional, Ahmad Malik Tarsawi (46), pada Rabu (24/8), dibebaskan dari tuduhan membawa senyawa mengandung narkotika.

"Saya rasa berkat kegigihan dan upaya bersama semua pihak menjelaskan ke Arab Saudi tentang Pak Tarsawi sebagai jamaah haji biasa," kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Abdul Djamil, ketika dihubungi di Madinah.

Ia menjelaskan bahwa yang bersangkutan kini berada di Madinah setelah dibebaskan sekitar pukul 13.30 waktu Arab Saudi. Setelah melalui proses pengujian terbukti bahwa jamu tradisional yang dibawa Tarsawi tidak mengandung narkotika.

Sebelum diserahkan ke Daerah Kerja Mekkah untuk bergabung dengan kelompok terbang (kloter) 3 Embarkasi Surabaya, Tarsawi akan dibawa ke Masjid Nabawi terlebih dahulu karena mengaku ingin berziarah ke makam Nabi Muhammad.

"Kita kasih kesempatan ziarah ke makam Nabi Muhammad setelah itu kita antar ke Mekkah," katanya seraya mengatakan yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan senang bisa bergabung dengan rombongannya.

Untuk mencegah terulangnya kasus Tarsawi, Abdul Djamil mengimbau agar embarkasi aktif memperhatikan barang bawaan jamaah dan melarang jamaah membawa barang yang dilarang maskapai penerbangan ataupun pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu Tarsawi yang ditahan selama dua pekan mengaku sangat bersyukur dapat bebas. Ia tak henti-hentinya mengucapkan Alhamdulillah. "Ini semua berkat perjuangan dan doa semuanya maka saya akhirnya bisa bebas. Jazakumullah," katanya.

Ia berharap diizinkan untuk ziarah ke makam Nabi Muhammad setelah bebas. "Tapi jika tidak diizinkan, saya mengikuti perintah saja."

Terkait pembebasan Tarsawi, Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, Ahmad Fadli, mengatakan itu semua berkat upaya maksimal tim KJRI Jeddah. KJRI Jeddah, tambah dia,?mendukung penuh penyelenggaraan haji dan siap menangani kasus-kasus yang melibatkan jamaah.