Pemerintah Arab Saudi Kurangi Waktu Lontar Jumrah 12 Jam

RIYADH -- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan waktu untuk melakukan ritual lontar jumrah dalam prosesi ibadah haji tahun ini akan dikurangi selama 12 jam.

Pihak kementerian mengatakan langkah ini ditempuh untuk menjamin keamanan para jamaah dan mencegah terjadinya penumpukan jamaah. Hal ini dikarenakan sebanyak 2.000 jamaah tewas terinjak-injak akibat berdesak-desakan saat lempar jumrah pada hari pertama di pelaksanaan haji tahun lalu.

Lontar jumrah sendiri dilakukan dalam kurun watu tiga hari yaitu pada tanggal 10-12 Dzulhijah atau jatuh pada tanggal 11-13 September  2016.

Dilansir Premium Times, Rabu (24/8), pihak kementerian mengatakan pada hari pertama jamaah dilarang untuk melempar jumrah pada pukul 06.00-10.30. Sementara hari kedua, larangan berlaku pada pukul 14.00-18.00 dan hari ketiga pada pukul 10.30-14.00 waktu setempat.

Kementerian mengaku telah menyepakati prosedur tersebut dengan pihak Tawafa dan perusahaan haji yang mengurusi jamaah haji dari semua negara.

Wakil Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hussain Al-Sharif, mengatakan kapasitas total area Jamarat dan jalan-jalan menuju itu adalah sebanyak 300 ribu jamaah per jamnya. Dia menambahkan pengelompokan jamaah akan secara elektronik dipantau untuk mencegah bentuk pelanggaran apapun.

"Prosedur ini akan memungkinkan para peziarah untuk melempar batu dengan mudah dan akan mencegah insiden injak menginjak yang mungkin timbul karena penumpukan jamaah," katanya.

Kementerian telah menyiapkan 18 ribu bus untuk mengangkut sekitar 1,5 juta jamaah. Selain itu, juga tersedia mobil golf yang akan beroperasi di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan di Masjid Nabawi untuk mengangkut jamaah lansia dan jamaah difabel.