Jamaah Sakit Tetap Diwukufkan

MAKKAH -- Wukuf di Arafah merupakan puncak dari prosesi penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, jamaah dalam kondisi sakit pun diupayakan tetap melakukan wukuf dengan cara safari wukuf.

"Karena arafah adalah puncak haji, maka semua jamaah haji kita, meskipun dalam kondisi sakit, tetap akan kita berangkatkan ke Arafah pada saat safari wukuf," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai rapat konsolidasi persiapan Armina di Aziziah, Makkah, seperti dilaporkan Wartawan Republika Didi Purwadi, Senin (5/9) malam waktu Saudi.

Safari wukuf yakni memberangkatkan jamaah sakit dengan menggunakan ambulan atau kendaraan lainnya untuk menjalankan prosesi wukuf di Arafah. Mereka bisa juga diangkut dengan menggunakan bus yang didesain menjadi ambulan besar.

Tim Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016 telah melakukan persiapan terkait pengadaan ambulan safari wukuf. Dirjen Kesehatan Masyarakat, Anung Sugiantono, mengatakan tim menyediakan 10 bus yang dikonstruksikan menjadi dua desain.

Empat dari 10 bus itu dikonstruksikan sebagai bus yang memberikan pelayanan safari wukuf dengan cara tidur bagi jamaah-jamaah yang memang harus dilakukan safari dalam posisi tidur atau berbaring. Masing-masing bus diskenariokan berkapasitas 4-8 orang.

Sedangkan, enam bus lainnya diskenariokan untuk jamaah yang masih bisa melakukan safari wukuf dalam posisi duduk. "Kapasitasnya tergantung kegawatan yang dihadapi jamaah," kata Anung. Di luar 10 bus yang disulap jadi kendaraan safari wukuf tersebut, tim juga menyiapkan ambulan bagi jamaah yang memang membutuhkan ambulan untuk melakukan safari wukuf.

Menag Lukman mengatakan, dengan ambulan dan bus yang didesain menjadi ambulan besar, jamaah dibawa untuk bisa ke arafah melakukan wukuf. Kecuali kalau, memang sama sekali tidak bisa diberangkatkan dengan safari wukuf, mereka itu akan dibadalkan. "Akan digantikan hajinya oleh sejumlah petugas kita yang telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi," kata Menag.

Dalam kesempatan itu, Menag juga mengimbau jamaah haji betul-betuk menjaga stamina kesehatan sehingga mereka nanti dalam kondisi prima saat menjalankan ibadah wukuf. Jamaah diimbau untuk tinggal di hotelnya masing-masing daripada berpergian atau melakukan aktivitas di luar ruangan. Hal ini guna memulihkan kondisi kesehatan sehingga fit saat melakukan wukuf nanti