Dubes Arab: Jumlah Kuota Haji Sesuai Populasi Muslim Tiap Negara

JAKARTA -- Pemerintah berharap kuota jamaah haji Indonesia dapat bertambah. Namun, Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia, Osama Mohammed Al-Shuibi, menegaskan, bahwa jumlah kuota jamaah haji sesuai dengan jumlah penduduk Muslim di masing-masing negara.

"(Kuota jamaah haji) sesuai dengan jumlah populasi Muslim tiap negara. Jadi tiap negara sama, meskipun kami berharap bisa memberikan tambahan kuota haji, tetapi kami juga mempertimbangkan kebutuhan semua negara," kata Osama di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/11).

Menurutnya, Arab Saudi juga telah memberikan tambahan kuota pada akhir tahun lalu. Ia pun berjanji, jumlah kuota jamaah haji akan kembali normal setelah renovasi di Makkah selesai dilakukan. "Insya Allah setelah selesai renovasi kuota jamaah haji akan kembali normal," kata dia.

Terkait permintaan tambahan kuota dari negara yang kuota jamaah hajinya tidak terserap secara maksimal, Osama menyampaikan, hal tersebut tak dapat dilakukan. Kuota jamaah haji negara lain hanya diperuntukkan untuk negara tersebut. Mengambil tambahan kuota dari negara lain, kata dia, akan menyebabkan sejumlah masalah.

"Kuota jamaah haji Filipina hanya untuk Filipina, bukan untuk Indonesia. Mencampur kuota jamaah haji dengan negara lain akan menyebabkan masalah dengan negara lain. Biasanya, juga tiap negara akan menjaga kuota jamaah hajinya untuk masyarakatnya," ucap Osama.

Sedangkan terkait visa berbayar 2.000 riyal untuk jamaah umrah, dia mengaku, tak membahasnya dengan Wapres JK. Menurutnya, pertemuannya dengan Wapres JK dilakukan untuk meningkatkan hubungan bilateral antar-negara di berbagai sektor, seperti kebudayaan dan juga investasi bagi pengusaha Arab Saudi di Indonesia.

Sejak Arab Saudi melakukan renovasi besar-besaran, kuota haji bagi seluruh negara dipotong 20 persen pada 2013. Kuota haji normal bagi Indonesia tadinya sekitar 211 ribu orang, namun setelah dikurangi 20 persen menjadi 168.800 jamaah, terdiri dari 155.200 orang untuk haji reguler dan 13.600 bagi haji khusus.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun juga meminta kuota jamaah haji Indonesia pada penyelenggaraan haji tahun depan dapat kembali normal.