Calon Haji Diminta Gunakan Alat Pelindung Diri

JAKARTA -- Seluruh jamaah haji kloter 1 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) mengikuti acara pelepasan di Aula Gedung Utama Asrama Haji pada pukul 03.00 WIB dengan penuh antusias. Di acara ini, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan yang diwakili oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Ina Rosalina, mengingatkan kepada seluruh jamaah haji Kloter 1 Embarkasi JKS mengenai pentingnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
 
Salah satunya, menggunakan masker untuk mencegah penularan penyakit saluran pernafasan. Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah agar memakai payung untuk mencegah paparan sinar matahari yang berlebihan pada tubuh. Selain itu, kacamata bisa digunakan untuk menghindari debu kering yang mungkin dapat masuk ke mata.
 
Karena cuaca panas yang tinggi di Saui, ia juga mengimbau jamaah untuk menggunakan  semprotan (spray) wajah untuk menyemprotkan air ke wajah saat panas berlebihan. Selain itu, jamaah haji dianjurkan untuk minum sebanyak 200cc setiap 2 jam dan jangan menunggu haus.
 
"Pada kesempatan ini pula, saya memberikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung beserta jajarannya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi JKS, dan petugas kloter, serta tak lupa pula mendoakan agar jamaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan lancar sesuai syariat Islam," kata Ina, dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Ahad (7/7).
 
Acara pelepasan itu diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ajam Mustajam. Ajam mengatakan, bahwa kloter JKS terdiridari jamaah haji asal Kabupaten Bogor.
 
"Jamaah haji kloter 1 yang termuda berusia 18 tahun, dan yang tertua berusia 100 tahun kurang 1 hari, sebanyak 60 persen jamaah haji wanita dan 40 persen laki-laki," kata Ajam.
 
Selain itu, adapula sambutan dari Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum. Pada kesempatan itu, ia menekankan bahwa jamaah haji tidak boleh sombong dalam melaksanakan perjalanan ibadah haji. Dalam hal ini, menurutnya jamaah harus diawali dengan niat, menjaga kesehatan, menjaga pikiran dan tidak boleh stress. Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan agar jamaah menjaga kebersamaan, menjaga nama baik Provinsi Jawa Barat.
 
https://www.ihram.co.id/berita/pubbsl313/calon-haji-diminta-gunakan-alat-pelindung-diri