Calhaj Kini Dibekali Kantong Urine

BEKASI -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat, untuk tahun ini memberikan setiap jamaah calon haji (calhaj) satu set kantong urine. Inovasi ini dilakukan lantaran banyak jamaah yang tak mempersiapkannya sejak di Tanah Air pada tahun-tahun sebelumnya.
 
Kantong urine yang dikemas dalam kotak tersebut menjadi salah satu kelengkapan set alat kesehatan yang dibagikan kepada jamaah calhaj yang baru saja tiba di Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Jakarta-Bekasi.
 
"Memang baru tahun ini set alat kesehatan menyertakan juga kantong pipis. Demikian pula dengan washlap sekali pakai yang juga baru tahun ini turut dibagikan kepada jamaah," kata Penyuluh Kesehatan Paniti Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat, Fitri, Rabu (10/7).
 
Fitri menuturkan, kantong urine maupun washlap akan sangat diperlukan jemaah saat melaksanakan wukuf di Arafah. Sebab saat itu, jamaah akan kesulitan mengakses toilet yang jumlahnya terbatas dan tak sebanding dengan jutaan jamaah yang beribadah di Tanah Suci.
 
"Jadi demi kepraktisan, jemaah dibekali kantong pipis dan washlap ini agar saat wukuf bisa tetap nyaman dan khusyuk," ucap Fitri.
 
Selain dua barang tersebut, kata Fitri, jemaah juga dibekali sejumlah obat-obatan. Antara lain oralit serta salep untuk mengantisipasi kulit pecah-pecah akibat suhu yang ekstrem.
 
Ditambah, satu lembar masker kain yang bisa dipakai berkali-kali. Serta puluhan masker sekali pakai yang cukup digunakan selama berada di Tanah Suci.
Satu alat lain yang juga dibekalkan kepada jemaah ialah sebuah botol semprot berkapasitas 500 ml yang dibagikan dalam kondisi kosong.
 
"Nanti botolnya tinggal diisi air bersih dan selalu dibawa ke mana-mana saat di Tanah Suci. Tiap kali tubuh terpapar panas yang saat ini bisa mencapai 50 derajat celcius, semprotkan air ke wajah agar kembali segar di tengah serangan hawa panas," papar Fitri.
 
Fitri memghimbau agar jamaah selalu mengonsumsi air minimal dua liter setiap hari untuk mencegah dehidrasi. Lalu yang tak kalah penting ialah memperhatikan waktu istirahat. "Minimal tidur enam jam agar tubuh kembali prima menjalani tahap demi tahap ibadah yang menguras stamina di tengah cuaca yang teramat panas," katanya.
 
https://www.ihram.co.id/berita/puf6yw313/calhaj-kini-dibekali-kantong-urine